Teknologi Baru Yang Mampu Menuntaskan Perjalanan Pencarian MH370

Posted By DNH Life on Minggu, 06 April 2014 | 18.14.00

Sahabat Tara - Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia MH370 cukup menjadi perbincangan hangat publik, khususnya di dunia pernerbangan. Setelah sempat lepas landas mengangkut 239 penumpang pada hari Sabtu 8 Maret 2014 lalu dengan rute Kuala Lumpur-Beijing, hingga kini keberadaan Pesawat Malaysia Airlines MH370 masih belum diketahui keberadaannya. Lalu, apa yang terjadi dengan Pesawat Malaysia MH370 ini?

Hingga saat ini, masih banyak pihak yang terus melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines yang tiba-tiba menghilang tersebut. Untuk mengantisipasi hal serupa, pihak Malaysia mengusulkan satu ide kepada International Telecommunications Union (ITU).

Pada saat dihelatnya Konferensi Dunia Pengembangan Telekomunikasi ITU di Dubai, Menteri komunikasi dan multimedia Malaysia Ahmad Shabery Cheek mengusulkan agar pihak ITU sebagai badan atau induk telekomunikasi dunia dapat mengembangkan teknologi dan inovasi terdepan yang nantinya dapat dipergunakan sebagai sarana transmisi data penerbangan secara real-time.

Dikutip dari News Byte (02/04), Ahmad juga menjelaskan bahwa apa yang dia usulkan tersebut guna menindaklanjuti kasus hilangnya MH370 yang diperkirakan jatuh di lautan tersebut. "Teknologi komunikasi sekarang ini sudah sangat berkembang pesat dan cepat. Sayangnya, teknologi yang berhubungan dengan Black box sebuah pesawat terbang, selama 30 tahun ini masih tetap statis. Tentunya, bukan menjadi satu hal yang tidak mungkin untuk membuat satu inovasi yang dapat merekam dan menganalisis data secara langsung, contohnya menggunakan layanan komputasi awan (cloud) atau lainnya," kata Ahmad.

Ternyata, usulan tersebut mendapatkan respon positif dari Sekjen ITU Hamadoun Toure. Dia mengatakan bahwa ITU berkomitmen dan akan bekerja sesuai standar sekaligus menjalin hubungan dengan pihak-pihak terkait terutama perusahaan yang memiliki layanan komputasi awan.

"Diharapkan nantinya, semua pesawat komersial atau juga lainnya dapat dan wajib menginstal perangkat khusus yang dapat terhubung secara real-time dengan pusat," jelas Toure. Toure juga mengatakan bahwa ITU juga akan mengundang perusahaan yang memproduksi avionis, produsen pesawat terbang, operator satelit dan maskapai penerbangan untuk bekerja pada standar baru agar semua hal dapat terekam dan terlacak secara real-time.
Blog, Updated at: 18.14.00

0 komentar:

Posting Komentar